Peran Ayah dalam tumbuh kembang anak dan pembentukan karakter positif pada anak yang mungkin tidak diperoleh dari ibu.
Ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah tetapi ayah adalah EQUAL PARTNER dalam pengasuhan anak, yang artinya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dengan Ibu.
Peran Ayah dalam pengasuhan anak sangat penting, bahkan dapat mempengaruhi perkembangan Kognitif serta membangun prilaku anak hingga dewasa.
Anak yang dekat dengan Ayahnya sejak usia 9 bulan cendrung lebih aktif dan kreatif ketika mereka berusia 5 tahun.
Perilaku yang sederhana seperti menggendong, memeluk, mengajak bermain anak sejak usia 9 bulan yang dilakukan Ayah dapat membuat anak memiliki prilaku yang kreatif dan psikologisnya berkembang dengan baik.
Sedangkan anak yang baru merasakan perhatian Ayahnya ketika umur 5 tahun cendrung memiliki Masalah Prilaku lebih banyak di bandingkan dengan anak yang telah merasakan perhatian tersebut ketika usia 9 bulan.
Tidak hanya baik untuk kesehatan psikologi, peran Ayah dalam pengasuhan anak sejak dini dapat membentuk kompetensi sosial, inisiatif terhadap lingkungan, serta mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.
Beberapa teori menyebutkan bahwa Anak Laki-laki yang tidak mendapatkan perhatian Ayahnya rata-rata sering mengalami Kesedihan, Depresi, Hiperaktif dan Murung.
Sedangkan Anak Perempuan yang Ayahnya tidak ikut dalam pengasuhan, akan cendrung memiliki sifat terlalu Mandiri dan Individualis.
PERAN UTAMA AYAH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK.
1. Pembimbing Emosional.
Ayah dapat memberikan dukungan emosional, membantu anak mengelola stres, dan membangun kepercayaan diri serta harga diri.
2. Model Perilaku.
Ayah berfungsi sebagai contoh dalam hal sikap, etika kerja, dan cara berinteraksi dengan orang lain, membantu anak memahami norma sosial dan nilai-nilai.
3. Partisipasi dalam Pendidikan.
Ayah yang terlibat dalam kegiatan pendidikan anak, seperti membantu dengan pekerjaan rumah atau menghadiri pertemuan sekolah, berkontribusi pada keberhasilan akademis dan motivasi anak.
4. Pembangunan Keterampilan Sosial.
Interaksi ayah dengan anak membantu mereka belajar keterampilan sosial, seperti berbagi, berkomunikasi, dan menyelesaikan konflik.
5. Keterlibatan dalam Aktivitas Fisik.
Melibatkan diri dalam kegiatan fisik bersama anak, seperti bermain olahraga, meningkatkan kesehatan fisik dan membangun ikatan yang kuat.
6. Dukungan Keuangan dan Logistik.
Selain dukungan emosional, ayah juga berperan dalam menyediakan kebutuhan dasar dan menciptakan lingkungan yang stabil bagi anak.
PERAN AYAH AKAN MENINGKATKAN KOGNITIF, KECERDASAN, SOSIAL EMOSIONAL DAN MOTORIK ANAK.
1. Ayah Sebagai Teman Bermain.
Permainan fisik bersama ayah tidak hanya melatih otot dan kordinasi, namun juga mengajarkan soal aturan bermain secara bergantian dan fair play.
Ayah memiliki kecendrungan melakukan permainan one on one, keras dan kasar. Peran ayah disini akan meningkatkan perkembangan motorik anak.
2. Ayah Sebagai Guru atau Pembimbing.
Anak belajar berprilaku baik, ayah juga membantu membedakan benar atau salah, sebagai pembimbing ayah bisa mengkoreksi perbuatan yang tidak baik dan menyemangati dengan pujian, ayah juga mengajarkan anak dalam mengambil keputusan sekaligus menghadapi konsekuensi dari tindakan dan keputusan yang diambil anak.
Ayah yang terlibat langsung dalam mengasuh, bercanda dengan anak mereka memiliki anak-anak dengan IQ yg tinggi, serta kapasitas bahasa dan kognitif yang lebih baik, disinilah peran ayah meningkatkan kecerdasan anak.
3. Ayah Sebagai Pelindung.
Lelaki biasanya memiliki naluri melindungi, karakter inilah yang akan mengajarkan anak kelak bisa bertindak melindungi dirinya sendiri, keterlibatan ayah sejak dini pada masa-masa penting perkembangan anak akan memberikan sumber keamanan emosional bagi anak, keterlibatan ayah dalam kehidupan anak-anak sebelum usia 7 tahun dapat memberikan perlindungan psikologi terhadap ketidak mampuan menyesuaikan diri ketika mereka menjalani masa remaja.
Keterlibatan aktif dan perhatian dari ayah berkontribusi pada kesejahteraan keseluruhan anak dan membantu mereka berkembang menjadi individu yang sehat, percaya diri juga secara emosional, sosial, maupun akademis.
Komentar